RLM Google+ Followers

Thursday, January 10, 2013

0 Pemikiran Alvin Toffler



Tahun 1990-an merupakan awal dari gelombang perubahan politik dan kepemerintahan yang bersejarah: runtuhnya imperium soviet, pergantian struktur politik italia pasca PD II, pengurangan kursi secara besar-besaran pada parta yang berkuasa, di kanada, dalam pemilu 1993 (merosot dari 153 kursi menjadi 2 kursi di parlemen), runtuhnyabdemokratik liberal jepang setelah monopoli kekuasaan selama empat puluh tahun dan bangkitnya sebuah gerakan reformasi baru, bangkitnya Ross Perot dan Bersatu Kita Teguh (United We Stand) dan pemilu 1994 di Amerika. Lagi-lagi, terjadi berbagai perubahan yang menakjubkan dalam politik dan pemerintahan.
Para politisi, kolumnis dan akademis semua tampak bingung oleh sekala perubahan ini. Ada sebuah focus yang tak terhindarkan pada luka yang di derita oleh mereka yang telah lama dominan, dan terjadi disorientasi pada mereka yang telah lama berkuasa. Penderitaan yang mendalam di masa silam lebih berat dari pada janji masa depan. Ini adalah sebuah phenomena lama. Huizenga dalam the waning of the middle ages telah menegaskan tentang renaisans: menoleh kembali sejarah, apa yang tampak bagi kita adalah sebuah periode inovasi yang cemerlang dan menggairahkan, tetapi terlihat oleh orang-orang sezamannya sebuah keruntuhan yang begitu menakutkan dari tatanan yang mapan.

Paradok kepemiliklan. Benturan Sosialisme dan masa depan.

Dalam edisi selanjutnya alfin tofler mengungkap sitem penciptaan-kemakmuran gelombang ketiga yang dewasa ini menyebar, juga menantang tiga pilar kenyakinan kaum sosialis. Taruhlah, permaslahan tentang hak milik.
Dari awal, kaum sosialis telah menelusuri kemiskinan, kemerosotan, pengangguran, dan keburukan-keburukan industrialism lain pada kepemilikan swasta atas sarana produksi. Cara menyelesaikan penyakit-penyakit ini adalah pekerja diharapkan memiliki pabrik-pabrik sendiri, baik melalui Negara maupun kolektif. Ketika itu semua sudah dilaksanakan, segala sesuatunya akan berubah, tidak adanya persaingan limbah lagi. Perencanaan yang benar-benar propesional. Produksi untuk pemakaian, bukan untuk keuntungan.
Pada abad 19, ketika gagasan-gagasan diformulasikan, gagasan-gagasan tersebut tampak mereflesikan pengetahuan paling maju pada saat itu. Sesungguhnya, kaum marxis mengklaim telah melampau utopianisme bodoh dan sampai pada “socialism ilmiah” yang sesungguhnya. Sehingga kaum sosialis ilmiah melihat apa yang kemudian disebut sebagai masa depan industry.
Sehingga kelak, ketika  rezim sosialis bereksperimen dengan koperasi, manajemen kerja, komunitas, dan skema-skema lain. Kepemilikan Negara menjadi bentuk kepemilikan yang dominan diseluruh penjuru dunia kaum sosialis.

Post a Comment

komentar anda sangat berarti bagi kami, terima kasih telah membaca blog Rantauan Lombok Merantau

Simak juga Post Sarjana Muda 45 Minggu ini

Hidup hanyalah sekedar jalan-jalan untuk menikmati kehidupan, hidup hanyalah sekedar hembusan nafas untuk melangkah menikmati jeruji Tuhan, hidup hanyalah gambaran Tuhan akan kehidupan yang lebih abadi. Oleh karena itu…, tak perlu rebut, tak perlu risau, tak perlu bingung, tak perlu galau, tak perlu merasa tertipu, tak perlu merasa bahwa hidup ini tak adil, tak perlu memberontak, tak perlu bangga, tak perlu sombong. Yang perlu kita lakukan adalah menikmati setiap proses yang ada, karena proses akan menentukan bahwa jalan-jalan dibumi yang kita lakukan sukses atau gagal. (Surga ataukah Neraka).

Data Pengunjung

Popular Posts

My Archive RLM

 

Negara Pengunjung RLM


PUTRA NTB MENULIS

Statistic RLM

LOGO

LOGO
PUTRA LOMBOK MENULIS "BATUJAI"

Translate

Daily Calendar