Monday, March 18, 2013

0 Diskusi Tentang Neolibralisme

Saat ini, menjelang Pemilihan Presiden, neoliberalisme ramai diperbincangkan di ruang publik. Fenomena ini patut disambut dengan suka cita sekaligus curiga. Kita bersuka cita, karena wacana yang tadinya hanya beredar di kalangan aktivis dan akademisi, pada akhirnya bisa masuk ke dalam perdebatan publik. Tetapi kita juga curiga, karena yang membawa wacana ini ke dalam perdebatan publik adalah para elit politik, yang biasanya memiliki kepentingan pribadi tertentu. Oleh karena itu, adalah penting bagi kita untuk memiliki pemahaman yang jernih tentang neoliberalisme, agar tidak mudah termakan oleh retorika para elit, yang kemungkinan besar hanya menggunakan wacana ini untuk mencitrakan dirinya sebagai ”kerakyatan” demi Pemilihan Presiden mendatang. Terkait dengan hal itu, setidaknya ada lima tema penting mengenai neoliberalisme yang perlu dibahas, yaitu:

1.     Apa Sebenarnya Neoliberalisme Itu dan Apa Solusinya?

Makna dominan dari neoliberalisme yang ada sekarang ini tampaknya hanya merujuk kepada wacana dan kebijakan ”pasar bebas” serta para penyokongnya, sehingga kesan yang tercipta, neoliberalisme itu seakan-akan hanya persoalan pasar bebas. Tetapi betulkah demikian? Betulkah neoliberalisme itu hanya merupakan persoalan pasar bebas, atau jangan-jangan ia merupakan ekspresi dari sesuatu yang lebih mendalam, seperti kapitalisme dan kepentingan kelas yang berkuasa di dalamnya? Jawaban terhadap pertanyaan ini bisa memiliki implikasi politik yang berbeda. Kalau neoliberalisme dianggap hanya sebagai persoalan pasar bebas, maka solusinya bisa hanya berupa regulasi-regulasi saja, tetapi kalau neoliberalisme dianggap sebagai ekspresi dari kapitalisme pada fase tertentu, maka bisa jadi pokok persoalannya adalah kapitalisme dan solusinya adalah mengganti kapitalisme dengan sistem sosial lain yang lebih manusiawi.

Terkait dengan pembahasan tentang apa itu neoliberalisme, perlu juga dibahas alternatif dari neoliberalisme. Kritik terhadap struktur sosial yang menindas harus diikuti dengan pencarian kemungkinan untuk merubah dan melawannya. Di sini, perlu dibahas wacana-wacana yang ditawarkan oleh berbagai pihak sebagai alternatif dari neoliberalisme, seperti wacana ”ekonomi kerakyatan” yang ramai digembar-gemborkan sekarang ini, wacana ekonomi konstitusi yang diangkat oleh sebagian kalangan gerakan, dan wacana sosialisme yang juga diangkat oleh sebagian kelangan gerakan. Selain membahas alternatif dari neoliberalisme, perlu juga dibahas tentang bagaimana cara mewujudkan alternatif itu, apa strategi dan taktiknya, perlukah kalangan gerakan membentuk blok anti-neoliberalisme yang meluas, bagaimana kemungkinan membentuk blok anti-neoliberalisme itu, dsb.

2.     Neoliberalisme dan Pemilihan Presiden Indonesia

Kalau neoliberalisme adalah sistem yang menindas rakyat banyak, maka adalah penting bagi kita untuk bisa mengidentifikasi siapa di antara para capres dan cawapres itu yang merupakan penganut neoliberal dan anti-neoliberal? Apakah betul ada di antara mereka yang anti-neoliberal dan siapa itu kalau memang ada, atau jangan-jangan semuanya adalah penganut neoliberal, sehingga saling tuding di antara mereka sebenarnya hanyalah ”maling teriak maling” demi kepentingan pribadi terkait dengan Pemilihan Presiden saja? Ada setidaknya dua cara untuk mengidentifikasi hal ini, yaitu pertama, dengan melihat rekam jejak para capres dan cawapres ini, dan kedua, dengan melihat apa yang mereka maknai sebagai neoliberalisme. Kalau mereka berusaha mereduksi pemaknaan terhadap neoliberalisme, sehingga pemaknaan itu mengeksklusi hal-hal yang bisa menganggu kepentingan pribadi mereka, padalah hal-hal itu sah untuk dimaknai sebagai neoliberalisme, maka pengakuan mereka sebagai anti-neoliberalisme tentu bisa sangat dipertanyakan atau bahkan digugat.

3.     Neoliberalisme dan Solusinya di Sektor Perburuhan

Sebagai kelas sosial yang berada di jantung produksi kapitalisme, buruh memiliki kapasitas untuk meruntuhkan kapitalisme. Tetapi di sisi lain, keberadaannya juga sangat tergantung kepada sistem kapitalisme itu sendiri. Mobilitas kapital, situasi industrialisasi, ketimpangan pasar tenaga kerja, semuanya sangat berpengaruh terhadap kondisi kaum buruh. Oleh karena itu adalah penting untuk mencari tahu apa implikasi dari neoliberalisme, yang merupakan salah satu bentuk dari kapitalisme, terhadap kehidupan kaum buruh. Apa saja ongkos sosial-ekonomi dari neoliberalisme yang ditanggung oleh kaum buruh? Bagaimana praktek-praktek labor market flexibility, seperti outsourcing, mempengaruhi kehidupan kaum buruh?  Dan apa solusi dari persoalan perburuhan yang disebabkan oleh berbagai praktek neoliberalisme ini?

4.     Neoliberalisme dan Solusinya di Sektor Agraria dan Lingkungan Hidup

Sektor agraria adalah sektor yang peranannya sangat penting dalam masyarakat, karena ia memproduksi salah satu kebutuhan dasar manusia, yaitu bahan pangan, sehingga ia sangat terkait dengan persoalan ketahanan pangan masyarakat. Terlebih lagi di Indonesia, di mana penduduknya masih banyak yang bekerja di sektor agraria. Menurut data BPS, pada bulan Agustus 2008, dari jumlah total penduduk berumur 15 tahun ke atas sebanyak 102.552.750 orang, jumlah yang bekerja di sektor pertanian, kehutanan, perburuan dan perikanan adalah 41.331.706 orang atau 40,3%-nya. Bandingkan dengan sektor manufaktur yang jumlah pekerjanya hanya sebesar 12.549.376 orang, atau 12,2% persen dari jumlah total penduduk yang berumur 15 tahun ke atas. Sektor agraria, dengan demikian, masih menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia.

Oleh karena itu, adalah penting untuk membahas dampak dari kebijakan neoliberal terhadap sektor agraria. Apa dampak liberalisasi pasar pertanian terhadap nilai tukar petani? Apakah pencabutan subsidi, seperti misalnya, pencabutan subsidi BBM, memiliki dampak terhadap harga input produksi pertanian dan nilai tukar petani? Demikian pula, karena sektor agraria sangat terkait dengan alam, maka persoalan lingkungan hidup juga perlu dibahas. Apa dampak kebijakan neoliberalisme terhadap kondisi lingkungan hidup di Indonesia? Apakah kerusakan lingkungan hidup, seperti misalnya, deforestasi yang mengakibatkan banjir, berdampak pada produksi pertanian? Selain membahas ongkos sosial-ekonomi dan lingkungan hidup dari neoliberalisme yang ditanggung oleh kaum tani, penting juga untuk membahas apa solusi dari persoalan agraria yang disebabkan oleh berbagai kebijakan neoliberal ini.

5.     Neoliberalisme dan Solusinya di Sektor Perempuan

Subordinasi perempuan adalah salah satu bentuk penindasan yang paling tua di muka bumi ini. Penyebabnya adalah sistem patriarki, di mana terdapat relasi kuasa dan dominasi antara laki-laki dan perempuan. Kapitalisme yang mensosialisasikan berbagai elemen dalam masyarakat memang relatif berhasil membawa perempuan keluar dari ruang domestik ke ruang publik. Tetapi sistem patriarki tidak lantas hancur. Sebaliknya, kapitalisme tampak malah memanfaatkan sistem patriarki yang masih ada, sehingga yang terjadi kemudian adalah penindasan berlapis dua, di mana setelah dihisap melalui kerja di pabrik, kelas pekerja perempuan dihisap lagi melalui kerja domestik untuk reproduksi tenaga kerja mereka dan keluarga mereka. Sekarang ini, di kala kapitalisme sedang berada di fase yang bentuknya brutal, yaitu neoliberalisme, penting untuk dicari tahu bagaimana implikasi berbagai kebijakan neoliberal terhadap kaum perempuan. Apakah kesulitan-kesulitan ekonomi yang muncul akibat neoliberalisme berimplikasi pada peningkatan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan? Dan apabila kondisi kaum perempuan semakin memburuk akibat neoliberalisme, maka apa solusinya?


sumber; Jurnal Bersatu.

Post a Comment

komentar anda sangat berarti bagi kami, terima kasih telah membaca blog Rantauan Lombok Merantau

Simak juga Post Sarjana Muda 45 Minggu ini

Hidup hanyalah sekedar jalan-jalan untuk menikmati kehidupan, hidup hanyalah sekedar hembusan nafas untuk melangkah menikmati jeruji Tuhan, hidup hanyalah gambaran Tuhan akan kehidupan yang lebih abadi. Oleh karena itu…, tak perlu rebut, tak perlu risau, tak perlu bingung, tak perlu galau, tak perlu merasa tertipu, tak perlu merasa bahwa hidup ini tak adil, tak perlu memberontak, tak perlu bangga, tak perlu sombong. Yang perlu kita lakukan adalah menikmati setiap proses yang ada, karena proses akan menentukan bahwa jalan-jalan dibumi yang kita lakukan sukses atau gagal. (Surga ataukah Neraka).

Data Pengunjung

Popular Posts

My Archive RLM

 

Negara Pengunjung RLM


PUTRA NTB MENULIS
SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Statistic RLM

LOGO

LOGO
PUTRA LOMBOK MENULIS "BATUJAI"

Translate