Monday, February 18, 2013

0 Sayap-Sayap Patah


Mungkin aku adalah burung yang memiliki sayap yang sakit, rontok dan tak bisa terbang dengan bebas mengitari bumi dengan gagah. Menjelajahi samudra luas dengan penuh kebanggaan, hinggap pada pohon-pohon yang menjulang tinggi. Sayap ku rusak dan tidak bisa diperbaiki, dijahit pun tetap tidak bisa kembali seperti semula, entah sampai kapan sayap ini kembali tegar dan mengibas dengan kokoh. Ingin rasanya terbang walau hanya sejenak melihat keindahan alam dari titik yang tinggi dan mengabadikannya sebagai anugrah terindah yang diberikan oleh Allah SWT.

Kini, hanya tetesan air mata melihat nasib sayap yang begitu menyedihkan, terkulai lemas tak berdaya, terkapar pada lantai yang kotor dan dihinggapi kuman-kuman perontok tulang. Ku coba bangkit walau sedikit demi sedikit namun disaat aku bangkit, rasa sakit yang tak terhankan mengalahkan keberanian jiwa yang membara. Burung-burung yang lain menari indah dengan ketinggian yang menawan, gagah dan penuh dengan kekuatan (Fawer High), terbang mengitari alam dan hinggap dengan membusungkan dada, semua burung berteriak memanggilnya penuh dengan kekaguman. Para hewan liar bersembunyi takut akan sayap-sayap yang kokoh dan paruh yang tajam, siap menerkam kapan saja.

Sedangkan aku hanya bisa melihat dari dahan yang rendah dan tak mau memberikan aku tumpangan istirahat walau hanya sebentar, menjatuhkan diri (patah) agar cengkraman kaki ku yang gemetar terlepas kemudian jatuh tak berdaya dan hewan-hewan pemangsa siap menerkam aku kapan saja. Dan kini, aku hanya menunggu keajaiban Tuhan sambil mengerakkan sedikit demi sedikit sayap-sayap ku yang telah patah. Mencoba menyebuhkannya dengan sedikit semangat dari sisa keberanian ku. hingga nanti tangan-tangan Tuhan mengerakkan dan meniupkan obat yang akan membuat ku mampu terbang tinggi dan mengitari bumi ini dengan sayap-sayap yang telah sembuh, menjelajahi samudra dengan penuh keberanian dan kebahagiaan.


Catatan ku hari ini, tanggal 18/02/2013.

Post a Comment

komentar anda sangat berarti bagi kami, terima kasih telah membaca blog Rantauan Lombok Merantau

Simak juga Post Sarjana Muda 45 Minggu ini

Hidup hanyalah sekedar jalan-jalan untuk menikmati kehidupan, hidup hanyalah sekedar hembusan nafas untuk melangkah menikmati jeruji Tuhan, hidup hanyalah gambaran Tuhan akan kehidupan yang lebih abadi. Oleh karena itu…, tak perlu rebut, tak perlu risau, tak perlu bingung, tak perlu galau, tak perlu merasa tertipu, tak perlu merasa bahwa hidup ini tak adil, tak perlu memberontak, tak perlu bangga, tak perlu sombong. Yang perlu kita lakukan adalah menikmati setiap proses yang ada, karena proses akan menentukan bahwa jalan-jalan dibumi yang kita lakukan sukses atau gagal. (Surga ataukah Neraka).

Data Pengunjung

Popular Posts

My Archive RLM

 

Negara Pengunjung RLM


PUTRA NTB MENULIS
SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Statistic RLM

LOGO

LOGO
PUTRA LOMBOK MENULIS "BATUJAI"

Translate