Thursday, August 29, 2013

0 Kemiskinan dan Pembangunan





 



Menurut para sarjana sains sosial dan kemanusiaan, pembangunan adalah sebagai bagian dari proses perubahan sosial yang sifatnya lebih menyeluruh. Pembangunan itu pula dibagi kepada dua kategori besar. Pertama, pembangunan yang direncanakan, dan kedua pembangunan yang tidak direncanakan. Namun jika dilihat dari segi kebudayaan, pembangunan tidak lain adalah usaha sadar untuk menciptakan kondisi hidup manusia yang lebih baik. Menciptakan lingkungan hidup yang lebih serasi. Menciptakan kemudahan atau fasilitas agar hidup lebih nikmat. Pembangunan adalah suatu intervensi manusia terhadap alam lingkungannya, baik lingkungan alam fisik, maupun lingkungan sosial budaya.

Sedangkan kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada dibawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain. (Emil Salim, 1982). Kemiskinan merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa, sebagai inspirasi dasar dan perjuangan akan kemerdekaan bangsa, dan motivasi fundamental dari cita-cita menciptakan masyarakat adil dan makmur.

Pembangunan melibatkan usaha sadar manusia merancang perubahan dalam hidup mereka. Tindakan ini sering diungkapkan sebagai sosial engineering (mesin sosial), yang melibatkan banyak pihak untuk menjalankan perencanaan, pelaksanaan, penerima dan terpenting sekali pembiayaannya. Dalam konteks sebuah masyarakat, tindakan merancang pembangunan menjadi tanggung jawab semua lapisan rakyat, masing-masing dengan bentuk sumbangan yang tertentu sesuai dengan kapasitas dan kemampuan. Ahli politik, anggota professional, para akademik, pengusaha, pakar teknologi, kaum tani, kelas pekerja dan berbagai-bagai golongan lain termasuk rakyat terbanyak, semuanya sama-sama terlibat dalam proses pembangunan ini.

Pembangunan membawa perubahan dalam diri manusia, masyarakat dan lingkungan hidupnya. Serentak dengan laju pembangunan, terjadi pula dinamika masyarakat. Terjadi perubahan sikap terhadap nilai-nilai budaya yang sudah ada. Terjadilah pergeseran sistem nilai budaya yang membawa perubahan pula dalam hubungan interaksi manusia dalam masyarakatnya. Walaupun kata pembangunan mempunyai makna yang berbeda-beda, namun satu makna yang diterima oleh masyarakat umum ialah perubahan. http://naonwehlahbebas.wordpress.com

Kata perubahan merupakan kata yang indah dan sangat berarti bagi rakyat kecil (rakyat yang harus terlunta-lunta dalam memenuhi kebutuhan hidupnya diatas pedihnya kehidupan) apalagi dengan naiknya harga BBM yang akan membuat rakyat harus berpikir ulang kembali dalam membuat strategi hidup untuk bisa mengisi perut sehari-hari namun jika mereka sudah tidak mampu berjuang maka mereka harus siap-siap mati kelaparan ditengah kemewahan para pemegang kebijakan (pemerintah).

“Di sisi lain, ketika sebagain rakyat mengais rezeki dengan berjualan di kaki lima, maka eksekusi penggusuran menjadi suatu hal yang membuat mereka menjerit dan berteriak. Tak heran jika “letupan kemarahan pedagang” berbenturan dengan “tindakan koersif atau paksaan” dari aparat kerap menyertai gelar penggusuran. Karena 1 atau 2 jam bagi “rakyat biasa” amat berharga guna mengisi perut dan memenuhi kebutuhan pokok mereka. Lain halnya dengan anggota DPR. Satu atau dua jam bagi mereka bisa menghasilkan “kenikmatan” yang banyak. Seharusnya, sebagaimana yang dikatakan oleh Muhammad Mustofa (Guru Besar Kriminologi UI); sejahterakan dulu rakyat, baru sang penguasa bisa menindak atau menghukum masyarakat yang melanggar ketentuan”.

Selama ini, konsep pembangunan dibangun berdasarkan adanya inpestor asing yang mau bekerjasama bukan berdasarkan keinginan pemerintah untuk memberikan kemudahan dan lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia. Tanpa adanya inpestor asing maka uang Negara tidak akan pernah mencukupi untuk melaksanakan pembangunan sehingga dengan mudah dan untungnya para konglomerat mengeruk kekayaan sumber daya alam Indonesia yang ada, dan pemerintah hanya menerima hasil apa adanya saja. Konsep inilah yang terus dimanipulasi dan dimainkan sedemikian rapi agar tetap terjaga dan berjalan dengan baik, pemerintah sebagai pemegang kebijakan tidak mampu memfilter bahkan meloloskan aturan-aturan yang mampu menguntungkan bagi inpestor asing.

Sehingga satu kesimpulan yang bisa kita lihat bahwa kemiskinan di Indonesia tidak akan pernah berakhir karena kemiskinan sangat menguntungkan. Dan seperti nyanyian bang haji Rhoma yang tidak bisa dilupakan oleh semua orang adalah “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”

Post a Comment

komentar anda sangat berarti bagi kami, terima kasih telah membaca blog Rantauan Lombok Merantau

Simak juga Post Sarjana Muda 45 Minggu ini

Hidup hanyalah sekedar jalan-jalan untuk menikmati kehidupan, hidup hanyalah sekedar hembusan nafas untuk melangkah menikmati jeruji Tuhan, hidup hanyalah gambaran Tuhan akan kehidupan yang lebih abadi. Oleh karena itu…, tak perlu rebut, tak perlu risau, tak perlu bingung, tak perlu galau, tak perlu merasa tertipu, tak perlu merasa bahwa hidup ini tak adil, tak perlu memberontak, tak perlu bangga, tak perlu sombong. Yang perlu kita lakukan adalah menikmati setiap proses yang ada, karena proses akan menentukan bahwa jalan-jalan dibumi yang kita lakukan sukses atau gagal. (Surga ataukah Neraka).

Data Pengunjung

Popular Posts

My Archive RLM

 

Negara Pengunjung RLM


PUTRA NTB MENULIS
SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Statistic RLM

LOGO

LOGO
PUTRA LOMBOK MENULIS "BATUJAI"

Translate