Thursday, May 9, 2013

0 Selamat Pagi Dunia "51% Pelaku PPA Adalah Anak Dibawah Umur"




Selamat pagi dunia, selamat pagi kawan-kawan blogger, semoga hari-hari kawan-kawan semuanya hapy and sukses selalu dalam berkarya. Hari ini adalah hari yang menyenangkan buat saya, tidak seperti pagi biasanya, dibangunin oleh sang kekasih tercinta walau hanya lewat sms, selain itu, saya juga bertemu dia lewat mimpi, pokoknya bahagia banget deh. Dengan harapan semoga kebahagiaan ini selalu ada buat saya yang sedang merantau dipulau orang. Tak ada aktivitas dan agenda yang menarik dipagi ini, selain beradu dengan laptop sambil membuka pikiran seluas-luasnya, tentunya sambil sms-an dengan sang kekasih tercinta (My HaniloQ).

Namun ada yang menarik bagi saya pagi ini, sms-an sambil baca Koran Tribun Jateng tentang sebuah pemerkosaan yang dilakukan oleh siswa SMP terhadap adik kelasnya dikantin, koran ini terbit pada tanggal 8 mey 2013. Uniknya dalam pemberitaan ini adalah pengungkapan dari seorang Kasubag Humas Polres Klaten, bahwa 51% pelaku kasus PPA yang ditangani oleh Polres Klaten merupakan anak dibawah umur. Jika anda ingin membaca beritanya lebih lengkap, klik link ini http://jateng.tribunnews.com. Bagi saya pribadi, berita ini lebih memilukan lagi ketimbang berita tentang perbudakan yang terjadi disebuah pabrik pembuatan panci di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Kabupaten Tangerang.

Generasi muda adalah generasi penerus bangsa, generasi yang akan memberikan cermin kekuatan dan kehebatan bangsa indonesia di mata dunia, tentu saja jika generasi bangsa indonesia cerdas-cerdas dan berwibawa, namun inilah kenyataan yang dihadapi saat ini, bahwa generasi muda telah terbawa arus oleh zaman, sebuah zaman yang banyak dikatakan oleh orang bahwa zaman saat ini adalah zaman edan. Zaman yang mengkumandangkan zaman kebebasan hawa nafsu, sehingga perzinaan terjadi dimana-mana, baik yang masih belum terungkap dan yang sudah terungkap oleh media, dari kalangan orang tua, orang dewasa sampai pada usia dibawah umur (anak-anak).

Pemberantasan perbudakan bisa saja diatasi oleh pemerintah dengan sigap, cepat dan tepat namun apakah moral generasi bangsa bisa diselamatkan dengan sigap, cepat dan tepat? Tentu saja ini adalah sebuah pertanyaan besar bagi kita semua. terus, siapa yang bertanggung jawab? Jawaban saya kali ini adalah orang tua. Karena tidak semua sisi permasalahan berasal dari pemerintah walau pada dasarnya pemerintah tidak bisa memberikan yang terbaik bagi generasi bangsa indonesia. orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak, pengajaran yang baik untuk keselamatan ahlak sang anak adalah tanggung jawab orang tua. Namun bagaimana zaman ini terkelola dengan baik agar generasi muda tidak rusak adalah tanggung jawab pemerintah (orang tua 40%, lingkungan 35% dan pemerintah 25%).

Tidak hanya itu, penelusuran-penelusuran yang dilakukan media, misalnya trans dan trans7 tentang fakta penjualan gadis dan menjadikannya sebagi PSK membuktikan bahwa generasi muda indonesia saat ini membutuhkan ketegasan orang tua dan pemerintah dalam menjaga perkembangan generai muda selanjutnya. Sehingga pemerintah harus betul-betul melirik dan menjamin perubahan generasi muda dengan cara;

1.      Pendidikan yang berkwalitas,
2.      Kesejahteraan sosial seperti yang tercantum dalam pancasila, sila kelima,
3.      Penyediaan lapangan kerja,
4.      Penyediaan kesehatan yang berkwalitas,
5.      Mewujudkan demokrasi yang seutuhnya,

Mohon maaf bagi kawan-kawan jika ada yang merasa tersinggung dengan tulisan ini, saya yakin bahwa tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya terjerumus ke hal-hal yang tidak baik, namun terkadang lupa atau lalai karena kesibukan, sehingga biasanya pembantulah yang mengurusi. Padahal kasih sayang orang tua lebih jauh kehebatannya dari apapun namun bisa saja terjadi sebaliknya dengan pertumbuhan zaman yang semakin hebat dan kebutuhan hidup yang semakin menghimpit bahwa kasih sayang pembantu lebih jauh hebat ketimbang orang tua.

Post a Comment

komentar anda sangat berarti bagi kami, terima kasih telah membaca blog Rantauan Lombok Merantau

Simak juga Post Sarjana Muda 45 Minggu ini

Hidup hanyalah sekedar jalan-jalan untuk menikmati kehidupan, hidup hanyalah sekedar hembusan nafas untuk melangkah menikmati jeruji Tuhan, hidup hanyalah gambaran Tuhan akan kehidupan yang lebih abadi. Oleh karena itu…, tak perlu rebut, tak perlu risau, tak perlu bingung, tak perlu galau, tak perlu merasa tertipu, tak perlu merasa bahwa hidup ini tak adil, tak perlu memberontak, tak perlu bangga, tak perlu sombong. Yang perlu kita lakukan adalah menikmati setiap proses yang ada, karena proses akan menentukan bahwa jalan-jalan dibumi yang kita lakukan sukses atau gagal. (Surga ataukah Neraka).

Data Pengunjung

Popular Posts

My Archive RLM

 

Negara Pengunjung RLM


PUTRA NTB MENULIS
SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Statistic RLM

LOGO

LOGO
PUTRA LOMBOK MENULIS "BATUJAI"

Translate