Friday, May 3, 2013

0 10 Hari lagi NTB Memilih Pemimpin




10 hari lagi rakyat NTB akan memilih pemimpin yang baru, pemimpin yang diharapkan mampu menjadikan NTB menjadi provinsi lebih baik kedepannya, entah dari segi pendidikan, kesehatan maupun yang lainya, bahkan diharapkan perubahan dilakukan dari semua sektor yang ada. Masyarakat tentunya berharap dengan pemilihan ini, para calon Gubernur dan Wakil Gubernur menepati janji-janji yang sudah tersebar, tidak hanya sekedar janji atau bualan untuk mendapatkan hati rakyat, namun menjadi sebuah janji yang harus terlaksana ketika mereka sudah terpilih, serta masyarakat tidak akan mengalami kesulitan dan keresahan terhadap hiruk pikuk problema yang ada, yang selama mencekik mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh bangsa indonesia pada umumnya dan NTB pada khususnya adalah kemiskinan, kemiskinan yang selalu menjadi perbicangan menarik oleh setiap kalangan, bahkan menjadi ajang kampaye yang dilakukan oleh para calon gubernur dan wakil gubernur diseluruh provinsi. Seperti yang dilukiskan oleh Dewes Decker tentang Indonesia dalam buku “Tanah Air”, menyimpulkan bahwa Indonesia adalah zamrud katholistiwa. Indonesia memiliki potensi alam yang luar biasa didukung dengan keanekaramana hayati yang tidak dimiliki bangsa lain. Seiring dengan kekayaan itu, herannya kemiskinan itu terus menggurita.

Hakekatnya, pemerintah dimandati mengurus sumberdaya alam yang mengedepankan kepentingan ekonomi daripada kepentingan ekologi, sosial dan budaya. Akibatnya, kelompok tertentu saja yang menguasai keuntungan pengelolaan sumberdaya alam. Hak Pengelolaan Hutan (HPH), Kontrak Karya Pertambangan, Hak Pengelolaan Pesisir dan Perikanan (HP3), dan sebagainya adalah mekanisme formal negara dalam mengekploitasi sumberdaya alam mulai dari pegunungan, hutan, perkebunan, pemukiman, pesisir, dan laut atas nama negara untuk kepentingan investasi.

Tidak heran, di sekitar lokasi-lokasi konsesi sumberdaya alam, pada umumnya masyarakat tidak banyak dilibatkan dalam pengelolaan. Dalam banyak kasus, mereka menjadi korban penggusuran, pemaksaan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Sumber-sumber penghidupan rakyat dikuasai negara dan digadaikan pada modal. Rakyat hanya dijadikan sebagai subjek penonton dalam seluruh kebijakan dengan basis argumentasi adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pertanyaannya, dimanakah posisi rakyat? Bukankah kita sedang menanti remah-remah keuntungan yang diperoleh modal. Kita sedang terasing di negeri sendiri.



Herannya, fakta ini tidak pernah dijadikan sebagai bahan refleksi agar model pengelolaan sumberdaya alam diubah dengan mengutamakan kepentingan rakyat dan lingkungan hidup. Artinya, pengelolan sumberdaya alam yang humanis-ekologis menjadi solusi alternatif pemimpin dan warganya dalam mengelola sumber-sumber penghidupan yang dimilikinya. Berbagai permasalahan ini menjadi cerminan bahwa kita sedang dimiskinkan oleh sistem pengelolaan sumberdaya alam yang dikembangkan selama ini. Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan serta home industry, industri rumah tangga (tenun-ikat) dan berbagai kerajinan rakyat lainnya mestinya didorong menjadi modal dan sumber penghidupan yang mendapatkan asupan perhatian serius dari pemerintah.

Dalam hal ini, semoga para calon Gubernur dan Wakil Gubernur mengerti dan merasakan penderitaan rakyat yang selama ini menjadi beban dipundak yang tak pernah terbebaskan, rakyat pun harus lebih tegas dan berani dalam menentukan pilihan demi NTB lima tahun mendatang, dengan momentum pemilihan ini, calon Gubernur dan Wakil Gubernur mampu menjadi garda depan dalam perubahan untuk kesejahteraan bagi seluruh rakyat NTB, bukan golongan tertentu. Dengan demikian NTB menjadi salah satu provinsi yang menjadi sorotan utama dalam mengatasi kemiskinan, pendidikan yang bermutu dalam pengembangan generasi muda, kesehatan yang lebih terjamin dan rakyat yang mandiri.

Inilah nomor urut dan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).

Nomor urut 1 pasangan Tuan Guru Bajang (TGB) Dr HM Zainul Majdi-H Muhammad Amin (TGB-Amin).
Nomor urut 2 pasangan Suryadi Jaya Purnama-Johan Rosihan (SJP-Johan).
Nomor urut 3 pasangan H Harun Al Rasyid-HL Abdul Muhyi Abidin (HARUM).
Nomor urut 4 pasangan Dr KH Zulkifli Muhadli-Prof Dr HM Ichsan (Zul-Ichsan).


Post a Comment

komentar anda sangat berarti bagi kami, terima kasih telah membaca blog Rantauan Lombok Merantau

Simak juga Post Sarjana Muda 45 Minggu ini

Hidup hanyalah sekedar jalan-jalan untuk menikmati kehidupan, hidup hanyalah sekedar hembusan nafas untuk melangkah menikmati jeruji Tuhan, hidup hanyalah gambaran Tuhan akan kehidupan yang lebih abadi. Oleh karena itu…, tak perlu rebut, tak perlu risau, tak perlu bingung, tak perlu galau, tak perlu merasa tertipu, tak perlu merasa bahwa hidup ini tak adil, tak perlu memberontak, tak perlu bangga, tak perlu sombong. Yang perlu kita lakukan adalah menikmati setiap proses yang ada, karena proses akan menentukan bahwa jalan-jalan dibumi yang kita lakukan sukses atau gagal. (Surga ataukah Neraka).

Data Pengunjung

Popular Posts

My Archive RLM

 

Negara Pengunjung RLM


PUTRA NTB MENULIS
SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Statistic RLM

LOGO

LOGO
PUTRA LOMBOK MENULIS "BATUJAI"

Translate