Friday, March 29, 2013

0 Pelajaran Masa Lalu "PMII"

saat persiapan makan "MAPABA"

Kata orang analisis dir sangat penting dalam menjalani hidup dan berkarya, karena analisis diri sangat penting dalam melihat potensi diri demi meraih masa depan yang lebih baik, apalgi ada beberapa kata yang aku dapatkan hari ini lewat sebuah jum’at edisi hari ini di kampus UAD JOGJA. Hal tersebut menjadi sebuah renungan tersendiri bagi saya untuk menjalani hidup dirantauan untuk menuntut ilmu. Sebuah kata-kata yang sungguh mengundang imajinasi untuk lebih memperluas maknanya agar saya memahami dengan maksimal, apalagi banyak orang yang mengatakan bahwa “tak ada hal yang lebih penting dari pada belajar memaknai diri sendiri baru memaknai orang lain”

Dalam sebuah organisasi kemahasiswaan, ada sebuah mata pelajaran yang sangat bernilai ketika kita mampu memaknai dan mengaplikasikannya dalam hidup ini, yakni tentang “analisis diri dan analisis sosial” yang dimana hal ini saya pernah dapatkan dalam organisasi, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ada gak ya kader-kader IAIN Mataram saat ini yang memahami keduanya ini, walau hanya sekedar saja? Ataukah sudah tidak diajarkan lagi? Padahal saya rasa ini adalah mata kuliah PMII yang bisa memberikan arti dan pemahaman secara luas kepada kader-kader PMII IAIN Mataram.

Hal yang paling aku ingat dalam MAPABA tahun 2007-2008, dimana saya sebagai peserta MAPABA pada waktu itu, hal itu adalah analisis diri melalui SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Treath). Namun pada waktu itu, karena kerjaannya aku tidur saja dan tidak mendengar materi, jadi aku tidak mendapatkan apa-apa dari materi tersebut. Dua tahun kemudian disaat saya menjadi ketua Rayon Al-Ghazali, saya jadikan materi ini menjadi sebuah materi penting agar kader-kader Rayon Al-Ghazali mampu membaca dan menilai dengan bijaksana dan tidak salah kaprah terhadap sesuatu yang belum dipahami.

Waktu itu yang menjadi ketua cabang PMII Mataram adalah sahabat Wahyu Satriadi dan ketua KOM IAIN Mataram adalah Sahabat muktasid. Secara pemikiran sedehana saya, materi yang saya suguhkan tentang analisis diri ini akan diterima baik oleh pengurus cabang dan komisariat namun ternyata waktu itu ada perdebatan menarik yang membuat saya harus mempertahankan materi ini. sahabat pengurus cabang dan komisariat bingung dan tidak tahu siapa yang akan menjadi pemateri dalam materi analisis diri, sehingga hampir materi itu dihapus oleh sahabat ketua Komisariat, namun yang jelas apa yang sudah aku rencanakan pada waktu itu dengan mateng tidak boleh gagal.

Disaat pelaksanaan MAPABA, melihat schedule sahabat-sahabat rayon yang lain, ternyata materi analisis diri hanya berlaku di Rayon Al-Ghazali. Mengingat semua itu, ingin rasanya lagi menikmati MAPABA, menjadi peserta yang diajarkan dengan pendidikan luar biasa yang tak akan pernah didapatkan dalam ruangan kelas. Suatu pendidikan yang sederhana namun membawa arti penting dalam peubahan diri bagi seorang mahasiswa seperti saya. Saya banyak mendapatkan arti penting dalam peubahan diri saya ketika menjadi Ketua Rayon Dan Ketua Komisariat IAIN Mataram. Namun sayang, saya harus berhenti ditengah perjalanan disaat menjadi ketua komisariat karena adu politik yang sangat saya sesalkan ditataran kepengurusan. Fitnah menjadi permainan yang asik dan menarik untuk dilakukan, padahal semua orang tahu bahwa fitnah adalah sebuah hal yang tak boleh dilakukan karena tidak sesuai dengan ajaran agama islam.

Melihat itu semua, namun saya bersyukur pernah belajar menjadi seorang pemimpin, baik dalam mempimpin diri saya sendiri maupun orang lain. Memang benar kata para ustad dan yang lainnya bahwa niat dalam melakukan sesuatu dalah hal yang tepenting jangan sampai niat yang baik harus terkalahkan dengan niat yang buruk.




saat peserta MAPABA pulang dengan menggunakan TRUK

“EDISI MENGENANG MASA-MASA YANG INDAH DAN BERMAKNA”

Post a Comment

komentar anda sangat berarti bagi kami, terima kasih telah membaca blog Rantauan Lombok Merantau

Simak juga Post Sarjana Muda 45 Minggu ini

Hidup hanyalah sekedar jalan-jalan untuk menikmati kehidupan, hidup hanyalah sekedar hembusan nafas untuk melangkah menikmati jeruji Tuhan, hidup hanyalah gambaran Tuhan akan kehidupan yang lebih abadi. Oleh karena itu…, tak perlu rebut, tak perlu risau, tak perlu bingung, tak perlu galau, tak perlu merasa tertipu, tak perlu merasa bahwa hidup ini tak adil, tak perlu memberontak, tak perlu bangga, tak perlu sombong. Yang perlu kita lakukan adalah menikmati setiap proses yang ada, karena proses akan menentukan bahwa jalan-jalan dibumi yang kita lakukan sukses atau gagal. (Surga ataukah Neraka).

Data Pengunjung

Popular Posts

My Archive RLM

 

Negara Pengunjung RLM


PUTRA NTB MENULIS
SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Statistic RLM

LOGO

LOGO
PUTRA LOMBOK MENULIS "BATUJAI"

Translate